Rabu, 15 Februari 2012

Waktu-waktu Mustajab Untuk Berdoa

Allah memberikan setiap waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeza-beza, di antaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang mensia-siakan kesempatan yang baik tersebut. Mereka menyangka bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeza. Setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kejayaan, keuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajab tersebut antara lain ialah: 


(1) Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga mendekati sepertiga akhir malam, lalu berfirman; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150) 

(2) Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
(Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17), 

(3) Setiap Selepas Solat Fardhu 
(Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782). 

(4) Ketika Saat Perang Berkecamuk
Dari Sahl bin Sa'ad RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa ketika saat azan dan doa ketika perang berkecamuk". (Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672). 

(5) Sesaat Ketika Hari Jumaat
Dari Abu Hurairah RA bahwa Abul Qasim SAW bersabda (ertinya): "Sesungguhnya pada hari Jumaat ada satu saat yang tidaklah bertepatan seorang hamba muslim solat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuah 3/5-6) 

Waktu yang sesaat itu tidak dapat diketahui secara tepat dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari 11/203. 

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada ketika saat imam atau khatib naik ke mimbar sehingga selesai solat Jumaat atau sehingga selesai waktu solat Asar bagi orang yang menunggu solat Maghrib. 

(6) Ketika Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berzikir Kepada Allah
Dari 'Amr bin 'Anbasah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya". (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595) 

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari (An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190). Yang dimaksudkan dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari. 

(7) Doa Di antara Azan dan Iqomah
Dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Doa tidak akan ditolak di antara azan dan iqomah". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139) 

(8) Doa Ketika Waktu Sujud di dalam Solat
Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa karena saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48) 

Yang dimaksudkan adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu. 

(9) Ketika Saat Sedang Hujan 
Dari Sahl bin A'ad RA bahwanya Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Dua doa yang tidak pernah ditolak; doa ketika waktu azan dan doa ketika waktu hujan". (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078). 

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah kerana pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340). 

(10) Ketika Saat Ajal Tiba
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah’alaihi wasallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapati kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau’alaihi wasallam memejamkannya kemudian bersabda (ertinya): "Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya'. Semua keluarga histeria. Baginda’alaihiwasallam bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, karena para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38) 

(11) Ketika Malam Lailatul Qadar
Allah SWT berfirman (ertinya): "Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sehingga terbit fajar". (Al-Qadr : 3-5) 

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56) 

(12) Doa Ketika Hari Arafah 
Dari 'Amr bin Syu'aib RA dari bapaknya dari datuknya bahwa Nabi SAW bersabda (ertinya): "Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598)

Dari Abdullah bin 'Amr bin'Ash RA bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda (ertinya): "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". 

Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya tentang doa yang paling didengari oleh Allah SWT, baginda SAW menjawab (ertinya): "Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai solat fardhu". 


Terima kasih kepada sumber: http://g3mb3l84.multiply.com/reviews/item/37

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Artikel Popular